Daun dan vegetasi yang mengering selama musim kemarau dapat menjadi bahan bakar yang memicu dan mempercepat penyebaran api.
BMKG mengingatkan risiko karhutla masih berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Puncak kondisi panas dan kering di Kaltim diprakirakan terjadi pada September hingga Oktober.
“Ajakan ini harus terus menerus dilakukan hingga beberapa bulan ke depan, karena puncak El Nino lebih kering di Kaltim diperkirakan bukan bulan ini saja, tapi masa puncak panas diprakirakan terjadi pada September hingga Oktober, sehingga kemungkinan titik panas pun akan meningkat,” kata Huda.
Jika dirata-ratakan, 11.869 titik panas yang terdeteksi selama 21 hari tersebut setara dengan sekitar 565 titik panas per hari di berbagai wilayah Kaltim.
Sementara itu, pemantauan BMKG pada Jumat (21/8/2026) pukul 01.00-24.00 Wita menunjukkan, terdapat 980 titik panas di Kaltim.

NOW ON AIR SSFM 100

