Sabtu, 22 Agustus 2026

BMKG Catat 11.869 Titik Panas di Kalimantan Timur, Karhutla Diwaspadai hingga Oktober

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Petugas Manggala Agni melakukan pendinginan di area bekas karhutla. Foto: Kemenhut

BMKG mencatat 11.869 titik panas terdeteksi di Kalimantan Timur sepanjang 1-21 Agustus 2026. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2015, ketika terdeteksi 9.793 titik panas.

Kondisi ini mendorong BMKG Stasiun Balikpapan meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari pencegahan hingga penanganan di lapangan.

Huda Abshor Mukhsinin Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mengatakan, ribuan titik panas tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota di Kaltim.

“Terdapat 11.869 titik panas di Kaltim yang berhasil dideteksi BMKG selama 1-21 Agustus 2026. Jumlah ini tersebar di 10 kabupaten/kota,” kata Huda di Balikpapan pada Sabtu (22/8/2026).

Menurut Huda, tingginya jumlah titik panas tidak lepas dari kondisi El Nino tahun ini yang diperkirakan lebih kering dibandingkan periode serupa pada 2015.

Karena itu, upaya pencegahan dinilai perlu diperkuat, terutama dengan melibatkan masyarakat.

Salah satu langkah yang didorong BMKG adalah menghentikan kebiasaan membakar lahan ketika membuka area pertanian maupun perkebunan.

Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat dengan mudah menjalar ke area lain ketika terjadi angin kencang.

“Untuk edukasi dan pendekatan, hal mendesak saat ini adalah ajakan tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan baik pertanian maupun perkebunan, karena pembakaran berpotensi membakar lahan lain saat terjadi angin kencang,” ujarnya dilansir dari Antara.

Masyarakat juga diminta berhati-hati ketika membakar sampah. Aktivitas di kawasan perkebunan dan hutan juga perlu memperhatikan potensi sumber api, termasuk puntung rokok yang masih menyala.

Daun dan vegetasi yang mengering selama musim kemarau dapat menjadi bahan bakar yang memicu dan mempercepat penyebaran api.

BMKG mengingatkan risiko karhutla masih berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Puncak kondisi panas dan kering di Kaltim diprakirakan terjadi pada September hingga Oktober.

“Ajakan ini harus terus menerus dilakukan hingga beberapa bulan ke depan, karena puncak El Nino lebih kering di Kaltim diperkirakan bukan bulan ini saja, tapi masa puncak panas diprakirakan terjadi pada September hingga Oktober, sehingga kemungkinan titik panas pun akan meningkat,” kata Huda.

Jika dirata-ratakan, 11.869 titik panas yang terdeteksi selama 21 hari tersebut setara dengan sekitar 565 titik panas per hari di berbagai wilayah Kaltim.

Sementara itu, pemantauan BMKG pada Jumat (21/8/2026) pukul 01.00-24.00 Wita menunjukkan, terdapat 980 titik panas di Kaltim.

Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 439 titik. Selanjutnya Kutai Timur 178 titik, Kutai Kartanegara 166 titik, Paser 113 titik, dan Kutai Barat 69 titik.

Titik panas juga terdeteksi di Penajam Paser Utara dan Bontang masing-masing enam titik, Mahakam Ulu dua titik, serta Balikpapan satu titik. (ant/saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 22 Agustus 2026
27o
Kurs