Rabu, 30 September 2026

BMKG: Gempa M7,7 NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Tangkapan layar - SAR lakukan pencarian korban yang tertimbun reruntuhan akibat gemba bumi dengan magnitudo 7,7 di dermaga Lorens Say, Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Antara/Video SAR

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu subuh diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores.

“Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores,” kata Wijayanto, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, dalam konferensi pers di Jakarta yang dilansir Antara, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, sesar ini berpotensi menyebabkan gempa bumi bermagnitudo 7,8 hingga 7,9.

“Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 – 7,9. Hari ini sudah rilis 7,7,” kata Wijayanto.

Ia menyebut, pada 1992 pernah terjadi gempa bermagnitudo 7,5 di kawasan yang sama, yang saat itu menyebabkan kerusakan parah.

“Dari sejarah yang ada, di tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga luar biasa kerusakannya waktu itu. Jadi, ini sudah lebih dari 30 tahun, terjadi lagi. Nanti akan terus kita monitor aktivitas gempa susulannya,” kata Wijayanto.

BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB. Pihaknya akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada masyarakat.

“Kita sudah akhiri (peringatan dini tsunami), tapi tentunya kita akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami,” kata Wijayanto.(ant/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 30 September 2026
32o
Kurs