Selasa, 4 Agustus 2026

BMKG Prakirakan Kemarau 2026 Tak Sekering El Nino 1997, Risiko Karhutla Tetap Meningkat

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi Kekeringan. Foto: Grafis Suarasurabaya.net

Dilansir dari Antara, BMKG mengingatkan bahwa kondisi lahan yang semakin kering tetap berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat memasuki puncak musim kemarau.

“Ini juga perlu kita antisipasi mengingat bulan Agustus dan September kita sudah masuk ke puncak musim kemarau. Artinya potensi hotspot juga akan semakin meningkat,” ujar Fachri.

Hingga 2 Agustus 2026, BMKG mencatat terdapat sekitar 5.690 titik panas (hotspot) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG menegaskan dampak El Nino paling besar diperkirakan dirasakan wilayah di selatan garis khatulistiwa, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Pulau Jawa, Sumatera bagian selatan, dan Papua bagian selatan.

Untuk mengurangi dampak kekeringan, BMKG bersama kementerian dan lembaga terkait terus memperkuat langkah mitigasi melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Operasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan pasokan air ke sejumlah waduk yang menjadi sumber air baku, irigasi pertanian, serta pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak musim kemarau berkepanjangan. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 4 Agustus 2026
28o
Kurs