Hasil pemantauan pada 6 September sekitar pukul 07.00 WIB menunjukkan intensitas abu vulkanik sangat besar. Sebaran abu meluas ke Lampung, Banten, hingga Jawa Barat.
Ida menjelaskan, abu vulkanik terpantau pada sejumlah lapisan ketinggian, mulai sekitar 15.000 kaki hingga mencapai 50.000 kaki atau sekitar 16 kilometer. Pergerakan abu pada setiap lapisan berbeda karena dipengaruhi arah angin.
“Pergerakannya berbeda. Jadi ada yang ke arah timur, ada yang ke arah barat, tergantung dari arah angin di masing-masing ketinggian,” ujarnya.
Menurut Ida, abu vulkanik sangat berbahaya bagi penerbangan karena dapat masuk ke mesin pesawat dan mengganggu kinerjanya.
“Ketika pesawat terbang ke daerah debu vulkanik ini akan berbahaya bagi engine atau mesin pesawat. Dia bisa mengalami penurunan kinerja dari mesin itu, bahkan bisa sampai mematikan atau menggagalkan mesin pada saat penerbangan,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

