Selain sebaran abu, BMKG juga meningkatkan pemantauan potensi tsunami. Hal ini menjadi perhatian mengingat aktivitas Gunung Anak Krakatau pernah memicu tsunami di kawasan Selat Sunda.
BMKG mengaktifkan berbagai sensor di sekitar Selat Sunda, termasuk pemantauan muka air laut serta radar maritim frekuensi tinggi di Carita dan Tanjung Lesung.
Berdasarkan hasil pemantauan saat erupsi, belum terlihat peningkatan signifikan pada kondisi laut.
“BMKG melihat bahwa pada saat terjadinya erupsi tidak ada peningkatan signifikan terhadap aktivitas laut berupa ketinggian gelombang maupun arus laut,” kata Ida.
Meski demikian, BMKG terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap masyarakat.(faz/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

