BNPB mencatat, hasil pengamatan pada 10-11 September 2026 terjadi satu kali gempa erupsi, 21 kali gempa Low Frequency, 13 kali gempa Hybrid, 28 kali gempa Vulkanik Dangkal, 18 kali gempa Vulkanik Dalam, serta tremor menerus.
Ia mengatakan, ancaman bahaya yang perlu diwaspadai masyarakat saat ini meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta potensi aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi.
BNPB mengingatkan kepada masyarakat, wisatawan, maupun pendaki bahwa melakukan aktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari kawah aktif adalah dilarang.
BNPB juga mengimbau masyarakat pesisir Banten dan Lampung untuk tetap tenang, beraktivitas normal, serta tidak memercayai isu tsunami yang dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau apabila tidak bersumber dari kanal resmi pemerintah.(ant/ris/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

