Suara Surabaya Media justru didukung oleh penerapan jurnalisme warga (citizen journalism) yang telah dipelajari dari waktu ke waktu bersama pendiri.
Menurut Hendra, pendekatan solutif menjadi kunci penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat.
“Suara Surabaya berupaya menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. Mulai dari masalah fasilitas umum seperti jalan rusak, gangguan infrastruktur publik, hingga aduan harian pendengar. Sebagai bagian dari adaptasi, kami membangun ekosistem media yang terintegrasi melalui konsep riding the wave, yang dapat dinikmati masyarakat melalui beberapa pilihan di antaranya, siaran radio konvensional, visual radio, website suarasurabaya.net, aplikasi mobile, hingga konten on-demand,” jelasnya.
Selain itu, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian utama untuk menjembatani kesenjangan antargenerasi.
Suara Surabaya Media, lanjut Hendra, membuka ruang kolaborasi melalui program magang serta membekali SDM dengan kompetensi modern, mulai dari keterampilan di depan kamera, kemampuan manajerial, kepemimpinan, hingga pemahaman tren fashion, dan gaya hidup.
“Di tengah derasnya arus digitalisasi, bagi kami radio masih jadi penggerak utama. Hubungan erat dengan pendengar juga menjadi pondasi dalam menghasilkan percakapan dan konten berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya. (kir/fia/saf)
NOW ON AIR SSFM 100

