Satriyo menyebut, hingga pukul 12.00 WIB siang tadi, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 17 kali dengan jumlah air yang dicurahkan mencapai 17.000 liter.
Namun pemadaman jalur udara sempat mengalami kendala berupa kabut tebal sehingga operasi terpaksa dihentikan.
“Karena kondisi di lokasi saat ini kabutnya sangat tebal, water bombing sementara tidak bisa kita lanjutkan demi faktor keselamatan,” jelasnya.
Selain operasi water bombing, personel Tim Gabungan telah disiagakan guna memantau kondisi Karhutla di Gunung Bromo dan mengantisipasi jika kebakaran tersebut merembet ke bagian bawah.
Sebagai antisipasi dari kejadian karhutla Bromo ini, Balai Besar TNBTS telah menutup akses wisata Gunung Bromo dari jalur Jemplang, Malang. Penutupan dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan.
“Saat ini, luas area terdampak kebakaran masih dalam pendataan dan kondisi api saat ini telah merembet ke wilayah Gunung Kursi,” tandasnya.(wld/ris/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

