“Ini enggak masalah. Aman, stok beras kita aman, banyak betul,” ujarnya.
Menurut Hendra, ketersediaan stok tersebut juga memungkinkan pemerintah menyalurkan bantuan pangan dalam jumlah besar kepada masyarakat.
Untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, setiap penerima manfaat mendapat bantuan sebanyak 30 kilogram beras. Bantuan menyasar sekitar 33,2 juta penerima berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan total penyaluran sekitar 1 juta ton.
Hendra menegaskan, penyerapan beras dan pengelolaan stok adalah bagian dari upaya pemerintah menjaga swasembada serta ketahanan pangan.
Karenanya, Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan beras dari masyarakat untuk memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga sekaligus mendukung swasembada pangan.
“Makanya atas perintah Presiden dibagikan kepada masyarakat, supaya swasembada pangan dan ketahanan pangan itu benar-benar dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat,” katanya. (ant/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

