Perum Bulog mencatat penyerapan beras dari masyarakat mencapai sekitar 3,4 juta ton hingga Agustus 2026. Capaian itu sekitar 80 persen dari target penyerapan empat juta ton sepanjang tahun ini.
Hendra Susanto Direktur Keuangan Perum Bulog mengatakan, penyerapan akan terus dioptimalkan untuk menjaga cadangan beras pemerintah, sekaligus memastikan produksi petani terserap.
“Stok beras kita seperti yang saya sampaikan tadi itu 5,4 juta ton. Kita target di tahun ini itu sekitar empat juta ton kita serap dari masyarakat dan sudah tercapai sekitar 80 persen ini atau sekitar 3,4 juta ton. Tinggal sedikit lagi,” kata Hendra di Cimahi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026) yang dikutip Antara.
Dengan capaian itu, Bulog masih menargetkan penyerapan sekitar 600 ribu ton beras hingga akhir tahun.
Sementara untuk stok beras pemerintah saat ini, Hendra menyebut ada sekitar 5,4 juta ton. Jumlah itu aman untuk menjaga pasokan pangan nasional, termasuk menghadapi musim kemarau.
“Ini enggak masalah. Aman, stok beras kita aman, banyak betul,” ujarnya.
Menurut Hendra, ketersediaan stok tersebut juga memungkinkan pemerintah menyalurkan bantuan pangan dalam jumlah besar kepada masyarakat.
Untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, setiap penerima manfaat mendapat bantuan sebanyak 30 kilogram beras. Bantuan menyasar sekitar 33,2 juta penerima berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan total penyaluran sekitar 1 juta ton.
Hendra menegaskan, penyerapan beras dan pengelolaan stok adalah bagian dari upaya pemerintah menjaga swasembada serta ketahanan pangan.
Karenanya, Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan beras dari masyarakat untuk memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga sekaligus mendukung swasembada pangan.
“Makanya atas perintah Presiden dibagikan kepada masyarakat, supaya swasembada pangan dan ketahanan pangan itu benar-benar dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat,” katanya. (ant/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

