Jumat, 11 September 2026

Call Taker di 112 Surabaya Dibekali Kemampuan Penanganan Psikologis untuk Kondisi Darurat

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Yanu Mardianto (kiri) Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya dan Linda Novanti Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (11/9/2026). Foto: Billy suarasurabaya.net

Pembekalan itu penting karena call taker menjadi orang pertama yang menerima informasi ketika warga sedang berada dalam kondisi darurat.

Selain kemampuan psikologis, call taker di Command Center juga mendapatkan pembekalan dasar kegawatdaruratan medis. Irvan Widyanto Kepala BPBD Kota Surabaya mengatakan, petugas mendapat pelatihan agar bisa mengenali tingkat kegawatan pasien.

“Bu Linda ini memiliki program memberikan semua call taker ini, operator itu, dilatih bekerja sama dengan dinas kesehatan, bekerja sama dengan Rumah Sakit (RSUD dr. Mohamad) Soewandhie. Untuk dilatih bagaimana berkonsultasi, semacam konsultasi kesehatan gitu,” ujar Irvan pada kesempatan yang sama.

Petugas dibekali kemampuan membaca triase untuk menentukan skala prioritas, mulai kategori hijau, kuning hingga merah.

“Ketika call taker ada yang membutuhkan darurat medis, maka dia bisa, ‘Oh ini termasuk triase apa?’ Triase kuning, hijau atau triase merah. Itu dibekali,” jelasnya.

Selain itu, di control room juga terdapat tenaga kesehatan yang dapat memberikan arahan awal kepada warga melalui telepon, sembari menunggu petugas medis datang. (bil/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Jumat, 11 September 2026
32o
Kurs