Pembekalan itu penting karena call taker menjadi orang pertama yang menerima informasi ketika warga sedang berada dalam kondisi darurat.
Selain kemampuan psikologis, call taker di Command Center juga mendapatkan pembekalan dasar kegawatdaruratan medis. Irvan Widyanto Kepala BPBD Kota Surabaya mengatakan, petugas mendapat pelatihan agar bisa mengenali tingkat kegawatan pasien.
“Bu Linda ini memiliki program memberikan semua call taker ini, operator itu, dilatih bekerja sama dengan dinas kesehatan, bekerja sama dengan Rumah Sakit (RSUD dr. Mohamad) Soewandhie. Untuk dilatih bagaimana berkonsultasi, semacam konsultasi kesehatan gitu,” ujar Irvan pada kesempatan yang sama.
Petugas dibekali kemampuan membaca triase untuk menentukan skala prioritas, mulai kategori hijau, kuning hingga merah.
“Ketika call taker ada yang membutuhkan darurat medis, maka dia bisa, ‘Oh ini termasuk triase apa?’ Triase kuning, hijau atau triase merah. Itu dibekali,” jelasnya.
Selain itu, di control room juga terdapat tenaga kesehatan yang dapat memberikan arahan awal kepada warga melalui telepon, sembari menunggu petugas medis datang. (bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

