Petugas penerima panggilan atau call taker di Command Center/ Call Center 112 Kota Surabaya dibekali kemampuan Psychological First Aid (PFA) atau penanganan psikologis untuk menghadapi laporan kedaruratan yang membutuhkan penanganan psikologis, termasuk potensi percobaan bunuh diri.
Linda Novanti Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya mengatakan, Command Center tidak hanya memiliki petugas penerima telepon. Di ruang kendali juga ada tenaga kesehatan serta psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) untuk kondisi tertentu.
“Jadi di CC (Command Center) room itu juga satu orang dari DP3APPKB yang juga adalah seorang psikolog,” kata Linda waktu on air di program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (11/9/2026).
Tapi, kemampuan melakukan respons awal tidak hanya bergantung pada satu psikolog saja. Para call taker, kata linda, juga mendapatkan pelatihan PFA jika mendapatkan situasi kedaruratan yang mengancam nyawa.
“Teman-teman call taker sudah dibekali dalam bentuk pelatihan psychological first aid, sehingga tahu harus bagaimana. Jadi tidak hanya bertumpu pada satu orang, tetapi juga pada semuanya,” jelasnya
Pembekalan itu penting karena call taker menjadi orang pertama yang menerima informasi ketika warga sedang berada dalam kondisi darurat.
Selain kemampuan psikologis, call taker di Command Center juga mendapatkan pembekalan dasar kegawatdaruratan medis. Irvan Widyanto Kepala BPBD Kota Surabaya mengatakan, petugas mendapat pelatihan agar bisa mengenali tingkat kegawatan pasien.
“Bu Linda ini memiliki program memberikan semua call taker ini, operator itu, dilatih bekerja sama dengan dinas kesehatan, bekerja sama dengan Rumah Sakit (RSUD dr. Mohamad) Soewandhie. Untuk dilatih bagaimana berkonsultasi, semacam konsultasi kesehatan gitu,” ujar Irvan pada kesempatan yang sama.
Petugas dibekali kemampuan membaca triase untuk menentukan skala prioritas, mulai kategori hijau, kuning hingga merah.
“Ketika call taker ada yang membutuhkan darurat medis, maka dia bisa, ‘Oh ini termasuk triase apa?’ Triase kuning, hijau atau triase merah. Itu dibekali,” jelasnya.
Selain itu, di control room juga terdapat tenaga kesehatan yang dapat memberikan arahan awal kepada warga melalui telepon, sembari menunggu petugas medis datang. (bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

