Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (11/9/2026) ditutup melemah 64 poin atau 0,36 persen menjadi Rp17.611 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.547 per dolar AS.
Muhammad Amru Syifa, Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) menyatakan bahwa pergerakan rupiah tertekan akibat kenaikan data Producer Price Index (PPI) AS.
“Rupiah pada perdagangan Jumat masih bergerak di bawah tekanan setelah pasar merespons data PPI AS (meningkat menjadi 5,4 persen year on year (yoy) dari 4,8 persen yoy pada bulan sebelumnya, melampaui konsensus sebesar 5,3 persen yoy) yang dirilis Kamis (10/9/2026),” katanya dilansir dari Antara, pada Jumat (11/9/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan PPI menjadi 5,4 persen secara tahunan disebut membuat perhatian investor kembali tertuju pada risiko inflasi dan prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed), yang turut mendorong kenaikan yield obligasi AS dan menjaga permintaan terhadap dolar.
Selain itu, tekanan eksternal juga diperkuat oleh harga minyak yang tetap tinggi di tengah ketegangan geopolitik.

NOW ON AIR SSFM 100

