Arini menjelaskan keberadaan awan maupun abu di atmosfer tidak berarti paparan radiasi ultraviolet sepenuhnya menghilang.
Tabir surya sebaiknya digunakan pada kulit yang sudah bersih dan kering sebelum keluar rumah. Pengguna juga dianjurkan memberi waktu agar sunscreen membentuk lapisan dengan baik sebelum beraktivitas.
Untuk perlindungan sehari-hari, Arini menyarankan sunscreen broad-spectrum dengan minimal SPF 30. Tekstur produk dapat disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing orang.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan ketika kulit sudah dipenuhi abu. Sunscreen tidak dianjurkan langsung digosokkan ke permukaan kulit yang kotor oleh abu.
“Yang penting, jangan mengoleskan ulang sunscreen dengan cara menggosoknya di atas kulit yang sudah dipenuhi abu, karena abu dapat ikut bergesekan dengan kulit. Bila kulit sudah banyak terkena abu, sebaiknya bilas atau bersihkan secara lembut terlebih dahulu, keringkan, baru aplikasikan kembali sunscreen,” ucap Arini.











