Sistem kasta di India pada awalnya berkembang sebagai pembagian masyarakat berdasarkan jenis pekerjaan.
Namun, dalam perjalanan sejarahnya, sistem tersebut berkembang menjadi struktur sosial yang memengaruhi kedudukan seseorang dalam masyarakat.
Hal tersebut dijelaskan Manoj Vasudevan Nair National Guide Incredible India Tour Guide dalam sesi wawancara yang berlangsung di sela perjalanan Program BRICS SMIs di India.
Menurut Manoj, sistem kasta telah berkembang selama sekitar 2.500 hingga 3.500 tahun.
Pada masa awal, masyarakat dikelompokkan berdasarkan pekerjaan yang mereka jalankan. Pemuka agama, prajurit, pedagang, dan pekerja memiliki kelompok masing-masing.
“Orang-orang dibagi berdasarkan jenis pekerjaan yang mereka lakukan,” ujar Manoj.
Ia mencontohkan seorang tukang kayu yang mengajarkan keahliannya kepada anak-anaknya.
Keterampilan tersebut kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya sehingga profesi tertentu berkembang dalam suatu komunitas.
Dalam perkembangannya, pembagian pekerjaan tersebut tidak lagi sebatas pembagian fungsi dalam masyarakat.
Status kelompok kemudian menjadi bagian dari identitas seseorang dan diwariskan melalui keluarga.
Secara tradisional, masyarakat mengenal empat kelompok utama, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Brahmana dikaitkan dengan pemuka agama dan kelompok terpelajar, Ksatria dengan penguasa dan prajurit, Waisya dengan pedagang, sedangkan Sudra dengan pekerja dan petani.
“Perkembangan tersebut kemudian melahirkan perbedaan status dan diskriminasi antarkasta. Brahmana ditempatkan pada posisi tertinggi, sedangkan Sudra berada di lapisan bawah” kata Manoj.
Setelah India merdeka, kondisi tersebut mulai berubah. Konstitusi India melarang diskriminasi berdasarkan kasta, sementara kesempatan seseorang untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan menjadi lebih terbuka.
Perubahan tersebut membuat kasta tidak lagi secara otomatis menentukan pekerjaan seseorang. Masyarakat India modern dapat memilih pekerjaan yang berbeda dari profesi tradisional komunitasnya.
Bagi Manoj, perubahan itu menunjukkan bagaimana sistem sosial yang telah berlangsung selama ribuan tahun mengalami transformasi seiring perkembangan masyarakat India. (aul/saf/ipg)








