Kamis, 18 Juni 2026

Delapan Daerah Jatim Siaga Kekeringan, Empat Kabupaten Mulai Droping Air Bersih

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Dropping air bersih ke salah satu desa yang mengalami kekeringan. Foto: Dok BPBD Jatim

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) mencatat delapan kabupaten telah menetapkan status siaga darurat kekeringan seiring memasuki fase menuju puncak kemarau dan mulai berkurangnya ketersediaan air bersih.

Gatot Soebroto Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim menjelaskan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap kondisi masing-masing daerah tersebut terkait kebutuhan air bersihnya.

Sejauh ini empat daerah mulai melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak menggunakan anggaran masing-masing pemerintah daerah. Empat daerah itu adalah Kabupaten Bondowoso, Probolinggo, Bojonegoro, dan Pasuruan.

“Kalau untuk sementara ini mereka melakukan distribusi air bersih itu pakai alokasi anggarannya mereka sendiri-sendiri. Jadi kita belum mengeluarkan bantuan distribusi air bersih,” ujar Gatot saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).

Gatot menjelaskan Pemprov Jatim baru akan turun tangan mendistribusikan air bersih, apabila daerah terdampak sudah tidak memiliki alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut.

“Dari pemprov pada prinsipnya kalau kabupaten/kota anggarannya sudah habis maka kita support distribusi airnya,” tuturnya.

Sementara itu dari data yang dihimpun BPBD Jatim, penyaluran air bersih menjangkau 14 kecamatan, 16 desa, dan 20 dusun dengan total 34 rit pengiriman atau sekitar 184 ribu liter air.

Kabupaten Bondowoso menjadi daerah dengan distribusi terbesar, mencakup 12 kecamatan, 14 desa, dan 18 dusun dengan total 31 rit atau 155 ribu liter air bersih. Sementara Kabupaten Probolinggo telah menyalurkan lima ribu liter, Bojonegoro 9 ribu liter, dan Pasuruan 15 ribu liter.

Selain menyiapkan anggaran untuk air bersih, Gatot menyebut Pemprov Jatim juga menyediakan perlengkapan pendukung untuk penanganan dampak kekeringan, seperti tandon air, terpal, dan jeriken sebagaimana yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

BPBD Jatim memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan selama musim kemarau berlangsung.

“Selain air juga kami menyiapkan tandon, juga terpal, juga jerigen seperti tahun-tahun lalu. Tapi sejauh ini dari masing-masing kabupaten kota masih sanggup untuk distribusi air bersih menggunakan anggaran mereka,” jelasnya.(wld/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 18 Juni 2026
32o
Kurs