Minggu, 18 Oktober 2026

Demo Biaya Hidup di Prancis Berujung Ricuh, 400 Orang Ditangkap

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Kendaraan lapis baja milik Gendarmerie Nationale Prancis, terlihat di jalan di tengah bentrokan antara demonstran dan polisi anti huru hara Prancis selama demonstrasi menentang biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar di Marseille pada 17 Oktober 2026. Foto: Reuters

Kemarahan terhadap kekurangan guru dan buruknya fasilitas sekolah kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, dengan tuntutan terkait kesenjangan, belanja publik, dan standar hidup.

Di Paris, demonstran yang mengenakan rompi berwarna mencolok memblokir sejumlah jalan. Aksi tersebut mengingatkan pada gerakan Rompi Kuning atau Yellow Vest yang mewarnai masa jabatan Macron sebelumnya.

Jumlah peserta demonstrasi pada Sabtu melampaui massa pada puncak gerakan Yellow Vest, meskipun masih jauh di bawah skala protes pada 2023 yang menentang reformasi pensiun Macron.

Macron kini memasuki tahap akhir masa kepresidenannya di tengah lanskap politik yang terpecah dan meningkatnya tekanan terhadap kondisi ekonomi.

Upaya pemerintah mengurangi utang publik belum berhasil meyakinkan investor, sementara biaya pinjaman pemerintah mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari dua dekade.

Taktik kepolisian juga mendapat kritik setelah sejumlah demonstran terluka. Salah satu kasus yang disorot adalah seorang remaja yang kehilangan tangan setelah mengambil granat kejut. Badan pengawas kepolisian sedang menyelidiki sedikitnya dua lusin dugaan kekerasan oleh aparat. (saf/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
33o
Kurs