Kemarahan terhadap kekurangan guru dan buruknya fasilitas sekolah kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, dengan tuntutan terkait kesenjangan, belanja publik, dan standar hidup.
Di Paris, demonstran yang mengenakan rompi berwarna mencolok memblokir sejumlah jalan. Aksi tersebut mengingatkan pada gerakan Rompi Kuning atau Yellow Vest yang mewarnai masa jabatan Macron sebelumnya.
Jumlah peserta demonstrasi pada Sabtu melampaui massa pada puncak gerakan Yellow Vest, meskipun masih jauh di bawah skala protes pada 2023 yang menentang reformasi pensiun Macron.
Macron kini memasuki tahap akhir masa kepresidenannya di tengah lanskap politik yang terpecah dan meningkatnya tekanan terhadap kondisi ekonomi.
Upaya pemerintah mengurangi utang publik belum berhasil meyakinkan investor, sementara biaya pinjaman pemerintah mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari dua dekade.
Taktik kepolisian juga mendapat kritik setelah sejumlah demonstran terluka. Salah satu kasus yang disorot adalah seorang remaja yang kehilangan tangan setelah mengambil granat kejut. Badan pengawas kepolisian sedang menyelidiki sedikitnya dua lusin dugaan kekerasan oleh aparat. (saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

