“Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Celukan Bawang itu mungkin salah satu alternatif untuk memecah arus yang menuju ke Bali. Namun, itu juga masih perlu dikaji lagi,” katanya.
Menurut Bambang, kajian tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga tarif dan waktu tempuh. Hal itu diperlukan untuk memastikan layanan alternatif tersebut dapat diterima masyarakat dan layak dioperasikan.
“Kan ada tarif, ada travel time dan sebagainya. Nanti ketika memang layak, kita akan gunakan untuk menanggulangi kemacetan yang ada di Ketapang,” ucapnya.
Bambang memastikan kondisi pada periode Nataru sudah masuk dalam perhitungan terkait pekerjaan peningkatan dermaga di Gilimanuk. Namun, proyek tersebut tetap harus dilaksanakan karena berkaitan dengan peningkatan kapasitas pelayanan kendaraan berat dalam jangka panjang.
Saat ini, kendaraan berat hanya dapat dilayani melalui dermaga tertentu. Setelah peningkatan dermaga selesai, kendaraan golongan VII ke atas diharapkan dapat menggunakan fasilitas tersebut sehingga kapasitas pelayanan kendaraan berat bertambah.









