Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE., Dekan FK Unair, mengatakan kelulusan dokter spesialis dan subspesialis menjadi bagian dari upaya menjawab persoalan ketimpangan layanan kesehatan di Indonesia.
Menurutnya, kekurangan dokter spesialis dan belum meratanya tenaga medis masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan nasional.
“Persoalan bangsa kita salah satunya ada di bidang kesehatan. Dalam agenda Asta Cita, Presiden menekankan tantangan kekurangannya jumlah dokter spesialis dan belum optimalnya pemerataan. Kelulusan hari ini menjadi jawaban langsung atas persoalan tersebut,” ujar Prof. Eighty.
Ia menilai skema beasiswa yang diberikan pemerintah daerah kepada putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan dokter spesialis dapat menjadi salah satu strategi memperkecil kesenjangan layanan kesehatan antara Pulau Jawa dan daerah lainnya.
Bagi dr. Apolonia, kesempatan menempuh pendidikan spesialis di FK Unair merupakan pengalaman yang sangat berarti. Ia bersyukur dapat memperoleh kesempatan belajar sekaligus membawa ilmu tersebut kembali ke daerah asal.

NOW ON AIR SSFM 100

