Rabu, 9 September 2026

Di Tengah Duka Bencana Flores, dr. Apolonia Bawa Bekal Spesialis Anestesi FK Unair Pulang ke NTT

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
dr. Apolonia Berenika Badu, Sp.An-TI, salah satu putri daerah NTT dari 136 dokter yang dilantik dalam Pelantikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Angkatan ke-158 FK Unair bersama Prof. Eighty Mardiyan Kurniawati, Dekan FK Unair (kerudung kuning), Selasa (8/9/2026). Foto: FK Unair

Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE., Dekan FK Unair, mengatakan kelulusan dokter spesialis dan subspesialis menjadi bagian dari upaya menjawab persoalan ketimpangan layanan kesehatan di Indonesia.

Menurutnya, kekurangan dokter spesialis dan belum meratanya tenaga medis masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan nasional.

“Persoalan bangsa kita salah satunya ada di bidang kesehatan. Dalam agenda Asta Cita, Presiden menekankan tantangan kekurangannya jumlah dokter spesialis dan belum optimalnya pemerataan. Kelulusan hari ini menjadi jawaban langsung atas persoalan tersebut,” ujar Prof. Eighty.

Ia menilai skema beasiswa yang diberikan pemerintah daerah kepada putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan dokter spesialis dapat menjadi salah satu strategi memperkecil kesenjangan layanan kesehatan antara Pulau Jawa dan daerah lainnya.

Bagi dr. Apolonia, kesempatan menempuh pendidikan spesialis di FK Unair merupakan pengalaman yang sangat berarti. Ia bersyukur dapat memperoleh kesempatan belajar sekaligus membawa ilmu tersebut kembali ke daerah asal.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 9 September 2026
33o
Kurs