Selasa, 21 April 2026

Dinas Pendidikan Jatim Perluas Pelatihan Vokasi untuk Guru SLB

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim memperluas jangkauan pelatihan dan sertifikasi Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dengan menyasar guru Sekolah Luar Biasa (SLB). Foto: Dindik Jatim

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK), memperluas jangkauan pelatihan dan sertifikasi Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dengan menyasar guru Sekolah Luar Biasa (SLB). Sebelumnya, program tersebut hanya difokuskan pada murid dan guru SMK dan SMA Double Track.

Sebanyak 45 guru SLB mengikuti pelatihan dan sertifikasi di UPT PTKK pada tiga bidang kompetensi, yakni tata busana, tata boga, dan tata kecantikan. Selain itu, 15 guru SMK juga mengikuti pelatihan dan sertifikasi di bidang Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) yang berlangsung 15-22 April 2026.

Aries Agung Paewai Kepala Dindik Jatim mengatakan, pelibatan guru SLB menjadi langkah penting untuk membekali murid berkebutuhan khusus dengan keterampilan vokasi. Menurutnya, siswa SLB juga memiliki potensi dan minat untuk berwirausaha meski memiliki berbagai keterbatasan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menghubungkan guru SLB dengan ekosistem vokasi yang ada di PTKK, mulai dari fasilitas, bidang kompetensi, hingga trainer yang mumpuni, sehingga mereka bisa mendampingi siswa hingga siap kerja atau berwirausaha,” katanya, Selasa (21/4/2026).

Aries juga mendorong kolaborasi dengan unit di lingkungan Dindik Jatim agar pengembangan kompetensi pendidikan bisa berjalan optimal. Ia ingin, UPT PTKK terus berinovasi dan menjadi solusi bagi sekolah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana praktik.

Selain itu, pihaknya juga mendorong program tersebut agar memperkuat SMA Double Track. Dengan dukungan fasilitas PTKK melalui program pelatihan MJC (Millennial Job Center), siswa bisa mendapatkan pengalaman praktik di berbagai bidang, seperti desain komunikasi visual, fotografi, tata boga, tata kecantikan, dan tata busana.

“Ini menjadi modal penting bagi siswa, terutama yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, agar memiliki kompetensi dan daya saing di dunia kerja,” ujarnya.

Selama ini, lanjut Aries, UPT PTKK telah menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk membantu pelaksanaan program SMA Double Track dan PROTEG (Program Terapan Ekonomi Guru) bagi guru honorer. Melalui program PROTEG, guru bisa memanfaatkan sarana dan prasarana untuk praktik guna mendukung pengembangan usaha mereka.

“Nantinya orang akan melihat manfaat UPT PTKK yang tidak hanya sekedar gedung dan fasilitas tapi mempunyai kolaborasi yang signifikan dalam pengembangan ilmu dan kompetensi vokasi bagi dunia pendidikan di Jatim,” tuturnya.

Sementara itu, Nugroho Guru Keterampilan Tataboga dari SLB Negeri Sumbang Bojonegoro mengatakan, pelatihan tersebut sangat membantu meningkatkan kapasitas dirinya. Selama ini, ia mengajar secara otodidak dan belum pernah mengikuti pelatihan serupa. Selama tujuh hari, Nugroho mendapat pelatihan keterampilan pastry dan bakery.

“Ini pengalaman pertama kami mengikuti pelatihan. Banyak ilmu yang bisa langsung dipraktikkan ke siswa, terutama di bidang pastry dan bakery,” ucapnya.

Keterbatasan sarana dan prasarana di sekolah membuat pembelajaran praktik selama ini masih sederhana. Oleh karena itu, dengan kesempatan pelatihan tersebut ia berharap bisa mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif dan sesuai kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.

“Ilmu yang kami dapatkan di sini akan kami modifikasi dan implementasikan ke siswa. Mereka punya kesempatan dan daya saing yang sama di dunia kerja,” pungkasnya.(ris/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 21 April 2026
27o
Kurs