Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur menjadikan keikutsertaan dalam World Skills Competition (WSC) Shanghai 2026 sebagai momentum untuk menguji kualitas pendidikan vokasi dan kompetensi lulusan di tingkat internasional.
Aries Agung Paewai Kepala Dindik Jatim mengatakan bahwa kompetisi tersebut akan menjadi tolok ukur kemampuan lulusan vokasi dalam memenuhi standar industri global sekaligus mengukur efektivitas kolaborasi antara satuan pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Agar kesenjangan kompetensi yang masih ada dapat diidentifikasi dan diselaraskan dengan standar global,” terangnya, Senin (6/7/2026).
Hasil dari kompetisi tersebut, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Jatim agar semakin selaras dengan kebutuhan industri global.
Jatim mengirim kontingen dengan jumlah terbanyak di Indonesia pada kompetisi tersebut. Dari total 21 peserta yang akan memperkuat Indonesia, tujuh di antaranya berasal dari Jawa Timur.
Aries menjelaskan, peserta berasal dari dua jalur seleksi, yakni melalui Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang berlangsung secara berjenjang dari tingkat sekolah hingga nasional, serta seleksi langsung oleh industri melalui InaSkills yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Seluruh peserta yang telah ditetapkan sebagai kontingen Indonesia menjalani training center (TC) bersama industri sebagai bagian dari persiapan. Program tersebut telah dimulai sejak April di China dan akan dilanjutkan dengan sesi sparing di Korea Selatan pada Juli.
Seebagian peserta Indonesia telah memiliki pengalaman bertanding di WorldSkills ASEAN, bahkan ada yang berhasil meraih medali emas sebelum lolos ke WorldSkills tingkat dunia.
“Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal menghadapi persaingan di Shanghai,” ucapnya.
Seperti diketahui, tujuh wakil Jatim yang memperkuat kontingen Indonesia berasal dari sejumlah SMK di Malang, Sidoarjo, dan Ponorogo. Mereka akan berlaga pada 64 bidang kompetensi, mulai dari manufaktur dan teknologi rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi, konstruksi, transportasi dan logistik, seni kreatif dan fesyen, hingga layanan sosial dan personal di Shanghai pada pada 22–27 September 2026 mendatang.(ris/iss/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

