Menurut Mafirion, konflik berkepanjangan di Papua tidak boleh terus-menerus menjadikan masyarakat sipil sebagai korban.
Ia menilai penyelesaian persoalan Papua memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui penegakan hukum, dialog yang konstruktif, pembangunan yang berkeadilan, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat Papua.
“Mau sampai kapan konflik yang menyebabkan warga sipil sebagai korban akan terus menerus terjadi? Kekerasan ini harus dihentikan. Kekerasan hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat Papua dan menghambat pembangunan,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah juga perlu mempercepat pemerataan pembangunan dan memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan hak-hak dasar warga.
Sebelumnya, tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat penembakan di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Senin (20/7/2026).
Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM dan rekaman insiden itu beredar luas di media sosial. (saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

