Ario mengatakan razia di lingkungan Rutan Depok dilakukan secara rutin maupun insidentil. Namun, pengawasan masih menghadapi kendala keterbatasan jumlah personel.
Saat ini, Rutan Kelas I Depok dihuni sekitar 1.279 warga binaan. Sementara itu, jumlah petugas yang berjaga dalam satu shift hanya sekitar 10 orang.
“Per hari ini 1.279, sedangkan yang shift berjaga itu 10 orang,” ungkap Ario.
Untuk memperkuat pengawasan, Rutan Depok menggandeng sejumlah instansi eksternal, di antaranya kepolisian, TNI, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), hingga Brimob.
Ario menegaskan Rutan Depok tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkoba di dalam lingkungan rutan. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat juga disebut dilakukan untuk mengungkap fakta secara transparan.
“Dan kami, Rutan Depok, berkomitmen perang terhadap peredaran gelap narkoba,” ujarnya. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

