Wagub Jatim itu menegaskan, apabila persoalan manajemen SPPG dapat berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang disalurkan, maka operasional sebaiknya dihentikan sementara sampai masalah tersebut diselesaikan.
“Kalau ini kalau masalah manajemen bisa mempengaruhi kualitas memang sebaiknya jangan beroperasilah. Ini kan untuk melindungi penerima manfaat,” jelasnya.
Emil menuturkan, keputusan menyetop sementara SPPG justru lebih baik dibanding memaksakan layanan yang dapat menimbulkan risiko bagi penerima manfaat.
“Saya pikir malah itu keputusan yang tepat kalau sudah beres urusan internal baru. Kalau dipaksakan mereka beroperasi ya meresikokan bagi penerima manfaat ya,” katanya.
Ia juga mendukung langkah yang diambil Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menunda operasional apabila masih terdapat persoalan manajemen internal di dalam SPPG.
“Saya pikir kebijakan yang diambil baik dari BGN maupun dari pihak SPPG sendiri atau mitra menurut saya sudah tepat untuk kalau ada concern-concern internal manajemen ya tolong jangan kemudian berbahaya bagi penerima manfaat,” tandasnya. (wld/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

