Peningkatan laporan terjadi di sejumlah wilayah. Lonjakan paling besar terpantau di Kecamatan Telukbetung Timur, Kedamaian, Rajabasa, Telukbetung Selatan, Sukarame, dan Tanjungkarang Pusat.
Kenaikan kasus tersebut terjadi bersamaan dengan periode erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, Dinkes Bandarlampung belum menyimpulkan adanya hubungan langsung antara peningkatan ISPA dan paparan debu vulkanik.
“Peningkatan kasus ISPA ini bertepatan dengan periode erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun berdasarkan data jangka pendek ini kami belum bisa menyatakan secara definitif bahwa debu vulkanik menjadi penyebab langsungnya,” ujar Muhtadi dilansir dari Antara.
Dinkes kini memperkuat surveilans untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Pemantauan tidak hanya difokuskan pada ISPA, tetapi juga sejumlah penyakit atau gangguan kesehatan yang berpotensi berkaitan dengan kualitas udara.

NOW ON AIR SSFM 100

