Muhtadi mengatakan pneumonia, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), iritasi mata, dan dermatitis sejauh ini masih berada dalam kondisi normal dan stabil.
“Kemudian sejumlah penyakit penyerta yang berpotensi berkaitan dengan gangguan kualitas udara, seperti pneumonia, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), iritasi mata, dan dermatitis, hingga saat ini masih terpantau dalam kondisi normal dan stabil,” katanya.
Untuk memastikan kenaikan angka ISPA tersebut mencerminkan kondisi sebenarnya di masyarakat, Dinkes melakukan validasi data secara berlapis.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya duplikasi maupun kesalahan dalam proses pencatatan.
Selain validasi, seluruh puskesmas di Kota Bandarlampung diminta menyampaikan laporan kasus secara harian. Data tersebut menjadi dasar bagi Dinkes untuk memantau perkembangan penyakit dari waktu ke waktu.

NOW ON AIR SSFM 100

