Rabu, 5 Agustus 2026

Evakuasi 2 Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Dilakukan Estafet, Libatkan hingga 200 Personel

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Kondisi medan di Gunung Piramid Bondosowo, tempat di mana dua pendaki dilaporkan hilang. Foto: SAR Banyuwangi

Proses evakuasi dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akan dilakukan secara estafet pada Rabu (5/8/2026).

Operasi penyelamatan tersebut melibatkan sekitar 150 hingga 200 personel gabungan dari berbagai unsur karena medan yang ekstrem dan berisiko tinggi.

Kristianto Putro Prasojo Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mengatakan, proses evakuasi dijadwalkan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Seluruh personel akan dibagi sesuai titik tugas agar pengangkatan jenazah dapat berlangsung aman.

“Evakuasi akan dimulai Rabu pagi sekitar pukul 07.00. Dari data yang kami catat, ada sekitar 150 hingga 200 personel gabungan, baik dari TNI, Polri, BPBD, PMI, Basarnas maupun para relawan yang terlibat dalam operasi ini,” kata Kristianto saat on air di Radio Suara Surabaya, Selasa (4/8/2026) malam.

Ia mengapresiasi keterlibatan para relawan yang ikut membantu sejak awal pencarian hingga proses evakuasi.

“Terima kasih kepada para relawan yang telah menjadi garda terdepan dalam proses evakuasi ini,” ujarnya.

Menurut Kristianto, proses evakuasi tidak memungkinkan dilakukan dengan cara biasa karena jalur menuju puncak Gunung Piramid sangat sempit dan curam.

Oleh sebab itu, jenazah akan dipindahkan secara estafet oleh personel yang memiliki kemampuan khusus di bidang penyelamatan gunung.

“Evakuasi dilakukan secara estafet menuju Pos 2. Jalur dari Pos 2 ke puncak memiliki medan yang cukup sulit sehingga penanganannya dilakukan oleh personel yang profesional,” jelasnya.

Setelah tiba di Pos 2, proses pemindahan jenazah akan kembali dilakukan secara estafet menuju titik tempat ambulans jenazah menunggu. Jarak dari Pos 2 menuju lokasi kendaraan diperkirakan mencapai hampir satu kilometer.

“Dari Pos 2 hingga lokasi mobil jenazah juga dilakukan estafet. Jaraknya hampir satu kilometer. Kami menargetkan sore hari jenazah sudah dapat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” katanya.

Kristianto juga mengungkapkan, berdasarkan informasi dari keluarga, kedua korban bukan pendaki pemula. Salah satu korban bahkan memiliki hobi mendaki dan telah menjelajahi banyak gunung di Indonesia.

“Dari informasi yang kami terima, kedua korban sudah beberapa kali mendaki gunung. Bahkan keluarga almarhumah menyampaikan bahwa beliau memang hobi mendaki dan sudah banyak gunung yang pernah didaki,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan menemukan dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Piramid dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026).

Tim SAR tiba di lokasi pencarian sekitar pukul 09.10 WIB dan langsung melakukan penyisiran. Setelah lebih dari tiga jam pencarian, kedua korban ditemukan pada pukul 12.13 WIB di dasar tebing.

Lokasi penemuan berada pada koordinat 07°56′28,38″ LS dan 113°43′56,26″ BT, sekitar 170 meter dari titik awal kejadian ke arah tenggara. Kedua korban ditemukan di dasar tebing dengan kemiringan sekitar 40 derajat dan kedalaman kurang lebih 60 meter.

Upaya evakuasi sebenarnya telah dilakukan pada Selasa siang. Namun proses tersebut dihentikan sekitar pukul 18.00 WIB karena kondisi mulai gelap, ruang gerak yang sangat terbatas, serta medan curam yang dinilai membahayakan keselamatan personel.

Korban yang ditemukan meninggal dunia masing-masing wanita berinisial MF (51) warga Surabaya dan INL (35) pemandu pendakian asal Bondowoso. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Rabu, 5 Agustus 2026
26o
Kurs