Perum Jasa Tirta (PJT) I akan melaksanakan penggelontoran sedimen (flushing) di Bendung Karet Gubeng pada Rabu (22/4/2026) malam.
Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga keandalan infrastruktur pengairan di aliran Kali Mas yang memiliki peran vital bagi sistem drainase dan lingkungan kota.
Dijelaskan bahwa flushing merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program kebersihan sungai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaga material karet pada bendung agar tetap awet dan tidak mudah rusak.
“Endapan sedimen dan sampah yang menumpuk di hulu bendung jika dibiarkan dapat membebani material karet secara berlebih,” kata Ariet Setiawan Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Brantas 3 PJT I dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (21/4/2026).
“Selain memperpanjang usia teknis bendung, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas daya tampung sungai untuk mengantisipasi debit air saat musim hujan,” imbuh.
Pelaksanaan flushing dijadwalkan pada Rabu malam mulai pukul 22.00 WIB dan ditargetkan selesai pada Kamis (23/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Sebelum pelaksanaan, PJT I telah berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BBWS Brantas, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Pematusan, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, unsur TNI/Polri, BMKG Tanjung Perak, hingga perangkat daerah Kota Surabaya.
“Kami mempertimbangkan data pasang surut pelabuhan, kondisi curah hujan, serta mitigasi potensi keramaian sebelum menentukan waktu pelaksanaan,” kata Ariet.
Rangkaian kegiatan meliputi pengkondisian area, pengambilan sampel kualitas air di hulu dan hilir, pengaturan debit air, pembukaan bendung, pembersihan sedimen, hingga pemantauan pasca-flushing di sejumlah titik.
PJT I juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sepanjang alur Kali Mas, khususnya di area hilir bendung hingga arah Jembatan Petekan selama kegiatan berlangsung. Hal ini menyusul potensi peningkatan debit air dan arus yang lebih deras.
“Kami meminta masyarakat, terutama pencari ikan, untuk menghindari area hilir karena kondisi arus bisa deras dan licin. Ini demi keselamatan bersama agar kegiatan berjalan lancar,” tegasnya.
Sebagai informasi, Kali Mas merupakan salah satu dari sekitar 40 anak sungai di wilayah Sungai Brantas, dengan panjang sekitar 13 kilometer dari Pintu Air Wonokromo hingga muara.
Sungai ini memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai pengendali banjir, tetapi juga sebagai penopang wisata air yang menjadi salah satu ikon Kota Surabaya. (saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
