“Sekaligus empat kapal bisa sandar melakukan pemuatan sebagai solusi jangka pendek pengganti sementara Dermaga Bulusan, dan tentu ini solusi tanpa mengganggu operasional lainnya,” ujarnya.
Nurjatim menilai, persoalan antrean panjang menuju Pelabuhan Ketapang bukan karena kekurangan kapal, melainkan terbatasnya infrastruktur dermaga yang bisa digunakan.
Saat ini, terdapat 56 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Dalam kondisi seluruh dermaga berfungsi normal, sekitar 28-32 kapal bisa beroperasi setiap hari. Namun, saat ini jumlah kapal yang bisa beroperasi turun menjadi sekitar 23 unit.
Penurunan itu terjadi karena Dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang dan Dermaga MB II Pelabuhan Gilimanuk sedang dalam peningkatan kapasitas. Sementara, Dermaga Bulusan belum bisa digunakan karena kondisi prasarananya dinilai belum aman untuk kapal bersandar.
“Jadi, lintasan Ketapang-Gilimanuk ini bukan kekurangan kapal atau jumlah kapal sudah lebih dari cukup, tetapi jelas faktor kurangnya dermaga. Jumlah kapal eksisting yang sebanyak 56 kapal itu namun yang bisa melayani operasi hanya 40 persen saja. Kapalnya banyak tapi tempat sandarnya kurang,” kata Nurjatim.

NOW ON AIR SSFM 100

