Selasa, 11 Agustus 2026

Gempa Besar Beruntun di Venezuela, 32 Orang Meninggal dan 700 Terluka

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Petugas evakuasi berupaya menyelamatkan korban gempa yang tertimpa reruntuhan di Ibu Kota Caracas, Venezuela, Rabu (24/6/2026). Foto: Anadolu

Sedikitnya 32 orang meninggal dan 700-an lainnya terluka akibat dua gempa berkekuatan besar yang secara beruntun mengguncang Venezuela, pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat.

Melansir Anadolu, Kamis (25/6/2026), laporan ahli seismologi mengonfirmasi, gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi di dekat wilayah San Felipe, ibu kota negara bagian Yaracuy. Sekitar 40 detik kemudian, gempa utama yang lebih besar dengan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah tenggara Yumare.

Gempa utama itu disebut sebagai gempa terbesar yang pernah tercatat melanda Venezuela, sekaligus yang terkuat dalam lebih dari 125 tahun terakhir.

Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), gempa terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer atau 6,2 mil. Pusat gempa berada di sebelah barat komunitas pesisir Moron. Guncangan kuat juga terasa hingga ibu kota Caracas dan menyebabkan sejumlah bangunan rusak hingga runtuh.

USGS sebelumnya memperkirakan jumlah korban meninggal akibat gempa ini berpotensi mencapai 10.000 hingga 100.000 orang. Terkait hal ini, Delcy Rodriguez Presiden sementara Venezuela menyampaikan angka korban meninggal yang saat ini tercatat, hanya data awal.

Rodriguez mengatakan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menyelamatkan warga yang terjebak di reruntuhan bangunan dan rumah. Hal itu disampaikan Rodriguez seperti dilaporkan televisi lokal teleSUR.

Menurut data teknis terbaru dari USGS, wilayah utara Venezuela diguncang rangkaian gempa ganda yang sangat kuat. (bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2026
30o
Kurs