Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi menengah.
Wijayanto menjelaskan, gempa dipicu aktivitas subduksi Lempeng Amerika Selatan terhadap Lempeng Sandwich. Sementara berdasarkan analisis mekanisme sumber, pergerakan batuan yang terjadi berupa pergerakan naik atau thrust fault.
Meski gempa terjadi di kawasan Samudra Atlantik Selatan, BMKG mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir, tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Atas kejadian gempa di wilayah Samudra Pasifik Selatan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya para pemukim di kawasan pesisir pantai, untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak terverifikasi,” ujarnya.
BMKG juga meminta masyarakat memastikan informasi mengenai gempa bumi dan potensi tsunami hanya berasal dari sumber resmi. Informasi terkini dapat dipantau melalui kanal komunikasi dan media sosial resmi BMKG yang telah terverifikasi.(ant/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

