Dilansir dari Antara, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami.
Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi menengah yang dipicu aktivitas subduksi lempeng.
Sementara hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme sesar geser turun.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Sumatera Utara dengan intensitas berbeda. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG, intensitas terkuat mencapai V Modified Mercalli Intensity (MMI) di Kota Tebing Tinggi, Kota Kabanjahe, dan Kota Lima Puluh.
Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Raya, Panombeian Pane, dan Panei yang berada di Kabupaten Simalungun, serta Kota Pematangsiantar dan Kota Pangururan.

NOW ON AIR SSFM 100

