Dilansir dari Antara, Berton mengatakan bahwa tujuh unit excavator dan empat unit loader telah dimobilisasi ke sejumlah titik yang dinilai rawan.
Alat berat tersebut digunakan untuk mempercepat pembersihan material longsor, penanganan kerusakan jalan, serta membuka akses menuju wilayah yang terdampak gempa.
Selain infrastruktur jalan dan jembatan, pemerintah juga melakukan asesmen terhadap kondisi sumber daya air di wilayah terdampak.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II telah melakukan koordinasi dan penilaian terhadap kondisi infrastruktur daerah aliran sungai (DAS) di sejumlah wilayah yang terdampak gempa.
Untuk mendukung penanganan, BBWS Nusa Tenggara II mengerahkan 13 unit excavator. Sebanyak tiga unit ditempatkan di Kabupaten Sikka, delapan unit di Bendungan Mbay, satu unit di Kabupaten Manggarai Barat, dan satu unit di Nangaroro.
Selain excavator, satu unit drilling rig dan dua unit truck crane juga disiagakan di workshop SNVT Air Tanah dan Air Baku Flores. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

