Sabtu, 15 Agustus 2026

Google Bakal Izinkan Pengguna Hapus Watermark AI di Beberapa Negara

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi - Orang-orang berjalan di samping logo Google selama pameran dagang di Hannover Messe di Jerman pada 22 April 2024. Foto: Reuters

Pengguna layanan kecerdasan artifisial (AI) Google akan dapat menghapus watermark atau tanda air yang terlihat dari gambar maupun video, kata Josh Woodward, Wakil Direktur Google, melalui unggahan di media sosial.

Antara melaporkan, opsi untuk memasang dan menghapus tanda air ini akan tersedia untuk model AI Nano Banana, Omni, dan Lyria. Pada ketiga model tersebut, setiap konten biasanya ditandai Google dengan ikon kilauan yang familiar untuk menunjukkan konten buatan AI, menurut laporan Engadget, Jumat (14/8/2026). Fitur ini juga disiapkan untuk hadir di Gemini maupun layanan editor video Google, Flow.

Perusahaan teknologi belakangan ini kerap menggunakan tanda air atau keterangan lain untuk membedakan konten buatan AI dari konten yang dibuat manual. Google memastikan konten video maupun gambar yang dihasilkan model AI mereka tetap disertai tanda air, namun yang bersifat tidak terlihat.

Tanda yang dimaksud adalah SynthID dan metadata C2PA. Keduanya mungkin sulit diidentifikasi oleh pengguna biasa, yang harus melakukan pengecekan lebih mendalam untuk menemukannya.

Woodward mengatakan, fitur opsi menghilangkan tanda air pada konten AI Google ini akan dirilis di sebagian besar negara, kecuali negara-negara yang secara hukum mewajibkan tanda air tetap dipertahankan. Artinya, fitur ini tidak akan tersedia di Uni Eropa, yang baru-baru ini mengumumkan aturan transparansi AI yang mewajibkan tanda air terlihat pada konten AI yang “tampak autentik”. Korea Selatan juga telah mengambil langkah serupa sejak awal 2026.

Tanda air terkadang menjadi penghalang bagi pengguna yang memanfaatkan AI untuk pekerjaan kreatif.

“Kami tengah menyeimbangkan antara kendali kreatif dan keamanan,” kata Woodward.

Penanda untuk konten AI saat ini menjadi salah satu sorotan banyak pihak secara global. Selain Google, Suno–layanan AI pembuat musik–juga mengumumkan sistem pelabelan untuk menunjukkan kontennya dibuat oleh AI, yang bisa diidentifikasi juga oleh platform audio lain. Anthropic pun mengumumkan telah menambahkan penanda konten AI berbasis C2PA yang tidak terlihat, pada konten teks maupun file yang dihasilkan Claude.(ant/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 15 Agustus 2026
32o
Kurs