Selasa, 20 Oktober 2026

Gunung Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Badan Geologi Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, terpantau dari udara. Foto: Humas Kementerian ESDM

Badan Geologi turut mengingatkan masyarakat mengenai sejumlah potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik, termasuk lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan kemungkinan aliran lava.

Ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah erupsi sekunder yang dapat terjadi ketika material lava panas bersentuhan dengan air laut atau air hujan.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau diminta mematuhi arahan petugas dan tidak menerobos zona larangan.

Kepatuhan terhadap radius aman menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan jiwa apabila aktivitas vulkanik kembali meningkat.

Di tengah rangkaian erupsi tersebut, Badan Geologi juga mengimbau masyarakat pesisir Banten dan Lampung agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi mengenai potensi tsunami.

Warga diminta mengandalkan informasi resmi untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api dan kondisi keselamatan di kawasan Selat Sunda. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2026
31o
Kurs