Rabu, 22 Juli 2026

Gus Kikin Jadi Kandidat Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdaltul Ulama (PWNU) Jawa Timur saat konferensi pers di Gedung PWNU Jatim, Selasa (21/7/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdaltul Ulama (PWNU) Jawa Timur, dicalonkan sebagai kandidat Calon Ketua Umum (Ketum) PBNU dalam Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang pada 27-31 Agustus 2026 mendatang.

Hal tersebut disampaikan KH Abdul Matin Djawahir Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur dalam konferensi pers di Gedung PWNU Jatim, Selasa (21/7/2026).

Abdul mengatakan, rencana pencalonan Gus Kikin merupakan murni penugasan dari PWNU Jatim dari hasil serangkaian rapat Syuriah dan Tanfidziyah.

“Jadi murni dalam arti tidak ada Ketua Umum memunculkan nama beliau untuk ditugaskan. PWNU menugasi KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) untuk menjadi kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Muktamar nanti,” kata Abdul.

Penunjukan Gus Kikin untuk maju ke Muktamar tidak dilakukan secara tiba-tiba. Abdul mengungkap di balik itu, PWNU Jatim telah menggelar tiga kali rapat pimpinan harian, dilanjutkan pembentukan tim kecil untuk merumuskan langkah organisasi.

Hasilnya, seluruh jajaran sepakat memberikan mandat kepada Gus Kikin untuk maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU dalam Muktamar di Jombang.

“Ini murni kehendak daripada warga Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Bukan pribadi perorangan, akan tetapi lewat rapat Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah bukan hanya sekali, dua sampai tiga kali,” jelasnya.

Selanjutnya PWNU Jatim menyampaikan keputusan tersebut kepada 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Timur. Abdul mengklaim seluruh PCNU menyatakan dukungan terhadap pencalonan Gus Kikin tanpa adanya intervensi.

“Alhamdulillah 45 PCNU se-Jawa Timur dengan semangat sepakat bersama-sama PWNU mengusulkan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz menjadi Ketua Umum PBNU pada Muktamar nanti,” ujarnya.

Sementara itu salah satu pertimbangan PWNU Jatim menugaskan Gus Kikin karena berkomitmen mengembalikan NU pada Qanun Asasi yang dirumuskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pendiri NU sebagai landasan utama organisasi.

Selain itu PWNU Jatim menilai Gus Kikin memiliki visi membangun NU yang teduh, menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah, serta menghindarkan organisasi dari perpecahan.

“Agar seluruh program dan rencana bisa dijalankan secara baik dan terukur,” katanya.

Kiprah dan pengalaman panjang Gus Kikin di organisasi NU juga menjadi pertimbangan untuk dicalonkan sebagai ketua.

“Gus Kikin mempunyai persyaratan lengkap, seperti pernah memimpin Nahdlatul Ulama sebagai Ketua PBNU juga pernah, kemudian sekarang menjadi Ketua PWNU Jawa Timur dan telah lama lulus kaderisasi,” ungkapnya.

Kemudian di bidang ekonomi, Abdul menyebut Gus Kikin berkompeten karena memiliki latar belakang pebisnis asal Jombang sehingga dinilai memiliki orientasi untuk membesarkan organisasi, bukan mencari kepentingan pribadi.

“Jadi tidak ada rumus ingin hidup di NU, tetapi ingin menghidupkan Nahdlatul Ulama karena sudah purna ekonomi,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Kikin mengaku semula tidak memiliki niat untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Namun, ia akhirnya menerima amanah setelah mendapatkan penugasan resmi dari PWNU Jatim.

“Saya sudah menyatakan tidak akan mencalonkan diri. Tetapi kemudian muncul gagasan agar saya ditugaskan. Karena ini adalah penugasan dari PWNU dan disampaikan di hadapan PCNU se-Jawa Timur, maka saya siap menerima amanah tersebut,” ujar Gus Kikin.

Dia menegaskan keikutsertaannya dalam bursa Ketua Umum PBNU merupakan mandat organisasi bukan keputusan secara pribadi.

“Saya tidak mengajukan diri, tetapi saya harus maju karena memang ditugaskan menjadi salah satu kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar yang akan datang,” katanya.

Gus Kikin mengatakan fokus yang ingin diusung adalah menjaga tradisi NU yang selama ini menjadi kekuatan organisasi, memperkuat persatuan, serta membangun budaya organisasi yang dilandasi kasih sayang dan kebersamaan.

“Itu yang harus kita jaga, kita lanjutkan, kita teruskan karena NU itu ada di situ bahwa dalam organisasi NU itu dengan penuh kasih sayang,” jelasnya.

Menurut Gus Kikin, pada Muktamar ke-35 di Ponpes Tambak Beras nanti menjadi momentum penting untuk merumuskan program-program strategis sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi agar NU mampu menghadapi tantangan ke depan.

“Banyak yang harus dilakukan di dalam rangka konsolidasi ini. Karena memang yang namanya muktamar itu program-program yang diajukan memang sangat penting biasanya itu kemudian ada pergantian pengurus nanti,” tandasnya. (wld/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 22 Juli 2026
25o
Kurs