Habib Aboe Bakar Alhabsyi Anggota Komisi III DPR RI menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Timur atas respons cepat dalam penanganan kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 yang terjadi pada September 2026.
Apresiasi itu disampaikan Habib Aboe saat melakukan kunjungan kerja bersama rombongan Komisi III DPR RI ke Polda Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus mengucapkan terima kasih atas dukungan jajaran kepolisian dalam operasi pencarian, pertolongan, hingga proses identifikasi korban.
“Atas nama bubuhan Banjar, selaku wakil dari Kalimantan Selatan, saya menyampaikan terima kasih kepada Polda Jawa Timur atas dukungan dalam tanggap darurat dan operasi kemanusiaan pada kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8,” ujar Aboe dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, kecelakaan yang melibatkan KMP Virgo Transport 8 memiliki dampak besar bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Kapal tersebut selama ini menjadi salah satu moda transportasi yang menghubungkan Surabaya dengan Kalimantan Selatan.
“Kapal ini adalah jembatan antara Surabaya dan Kalsel. Ini adalah urat nadi ekonomi dan jalur transportasi yang sangat penting bagi warga Kalsel yang hendak ke Jawa ataupun sebaliknya,” katanya.
Habib Aboe juga menyoroti langkah cepat Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jatim dalam mendukung pencarian dan pertolongan korban. Armada kapal patroli dikerahkan untuk memperluas wilayah pencarian hingga ke sejumlah perairan.
“Terima kasih atas kinerja Ditpolairud Polda Jatim yang langsung menerjunkan armada kapal patroli untuk memperluas radius pencarian korban hingga perairan Sumenep dan Masalembu. Ini merupakan bentuk respons kemanusiaan yang sangat berarti dalam situasi darurat,” ungkapnya.
Selain operasi pencarian, ia memberikan apresiasi terhadap dukungan medis dan proses identifikasi korban yang dilakukan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim.
Menurutnya, keberadaan Posko Disaster Victim Identification (DVI) dan Pos Ante Mortem di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi bagian penting dalam membantu proses identifikasi korban, termasuk pencocokan sampel DNA.
“Terima kasih pula atas dukungan medis dan identifikasi dari Biddokkes Polda Jatim yang mendirikan Posko DVI dan Pos Ante Mortem di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya secara real-time untuk membantu proses pencocokan sampel DNA bagi keluarga korban,” jelasnya.
Habib Aboe menilai proses identifikasi memiliki arti penting bagi keluarga korban. Kepastian mengenai kondisi anggota keluarga menjadi hal yang sangat dibutuhkan di tengah situasi musibah.
“Dalam musibah seperti ini, kerja kemanusiaan tidak berhenti pada pencarian dan evakuasi. Proses identifikasi juga sangat penting agar keluarga korban mendapatkan kepastian dan dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel Polda Jawa Timur yang terlibat dalam penanganan kecelakaan tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Jawa Timur, khususnya Ditpolairud dan Biddokkes, atas seluruh kerja, respons, dan dukungan kemanusiaan dalam penanganan musibah ini. Atas nama masyarakat Kalimantan Selatan dan bubuhan Banjar, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” pungkas Habib Aboe.(faz/ipg)










