Senin, 14 September 2026

Hari Kedua, Basarnas Perluas Pencarian 129 Korban KM Virgo Transport 8

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Mohammad Syafii Kepala Basarnas (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Foto: Antara

Basarnas memperluas area pencarian 129 korban yang masih hilang dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, pada hari kedua operasi SAR, Senin (14/9/2026).

Mohammad Syafii Kepala Basarnas mengatakan, area pencarian mencapai 2.600 mil laut dan dibagi menjadi enam sektor.

Operasi dilakukan secara paralel dari titik datum atau titik acuan lokasi kecelakaan dengan pola pencarian yang telah ditentukan.

“Bahwa luas pencarian yang kita lakukan terhadap enam sektor ada 2.600 mil laut. Pencarian mulai dari posisi datum, kemudian sektor dan pola operasi yang sudah kita arahkan. Rata-rata semua sektor memang kita laksanakan operasi secara paralel,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin.

Pada hari pertama, Basarnas mengoperasikan pencarian melalui delapan sektor. Setelah posisi kecelakaan kapal diketahui secara jelas, pola pencarian pada hari kedua dipersempit menjadi enam sektor agar operasi dapat lebih terarah berdasarkan lokasi kejadian.

Setiap sektor memiliki jalur pencarian yang berbeda, mulai dari titik awal hingga titik akhir.

Pola tersebut memungkinkan seluruh unsur SAR laut dan udara bergerak secara bersamaan tanpa saling bersinggungan.

Pola pencarian juga disusun untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus maupun gelombang dan bergerak menjauh dari titik kecelakaan.

“Jadi, dari titik start sampai finish tidak sampai bersinggungan antara sektor satu sampai sektor enam. Itu yang kita laksanakan dan hasil operasi kita akan arahkan maksimalkan untuk ke sini,” ujar Syafii dilansir dari Antara.

Syafii menjelaskan, KM Virgo Transport 8 mengalami kondisi darurat akibat cuaca buruk sekitar pukul 00.00 Wita.

Kondisi tersebut kemudian dikomunikasikan dengan pihak pemilik kapal, PT Virgo, sebelum informasi kedaruratan disampaikan untuk memperoleh penanganan dan bantuan di sekitar lokasi.

Jarak lokasi kecelakaan dengan Kantor SAR menjadi salah satu faktor dalam proses pengerahan unsur menuju titik kejadian.

Namun, Basarnas Command Center langsung menyebarkan informasi kepada pengguna alur laut di sekitar lokasi untuk meminta bantuan.

Basarnas berharap pembagian enam sektor dengan pola pencarian paralel dapat memperluas jangkauan operasi dan meningkatkan peluang menemukan 129 korban yang masih dinyatakan hilang.

“Mudah-mudahan hari ini kita masih bisa mendapatkan korban-korban yang masih dinyatakan hilang untuk bisa kita evakuasi dalam kondisi selamat,” kata Syafii.

Hingga Senin (14/9/2026) pukul 11.00 Wita, Basarnas mencatat 114 dari total 243 orang di dalam KM Virgo Transport 8 telah ditemukan

Sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang meninggal dunia.

Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan.

Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Rinciannya, 85 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.

Sementara itu, 28 korban lainnya masih dalam proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti.

Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9/2026). (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 14 September 2026
29o
Kurs