“Suara Surabaya memasuki usia ke-43 bukan dengan meninggalkan warisan para pendirinya, tapi dengan mengembangkannya. Fondasi citizen journalism dan trust tetap menjadi inti, sementara bentuk bisnisnya terus berevolusi,” kata Hendra.
Menurutnya, perubahan perilaku audiens dan dinamika industri mengharuskan media memperluas peran, tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai penggerak kolaborasi ekonomi.
“Hari ini, media tidak lagi cukup hanya menjual ruang iklan. Media harus menjadi mitra kreatif, pendamping UMKM, dan penggerak komunitas. Dari sinilah lahir inovasi produk, kolaborasi lintas sektor, serta ekosistem bisnis yang saling menguatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keunggulan media pada masa mendatang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengadopsi teknologi baru, tetapi juga bagaimana menjaga kepercayaan publik dan mengubahnya menjadi nilai ekonomi yang bermanfaat bagi semua pihak.
“Masa depan media bukan ditentukan oleh siapa yang paling cepat beradaptasi dengan teknologi, tetapi siapa yang paling mampu menjaga dan mengubah kepercayaan menjadi nilai ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat, mitra usaha, dan media itu sendiri. Itulah lompatan baru Suara Surabaya: dari media yang dipercaya, menjadi media yang menggerakkan,” tutur Hendra.

NOW ON AIR SSFM 100

