Kedua, peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga kesehatan, baik selama masa pendidikan maupun sepanjang perjalanan karier. Ketiga, pemanfaatan transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, termasuk telemedicine dan rekam medis elektronik secara bertanggung jawab, inklusif, serta berkeadilan.
Saia Ma’u Piukala Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat turut mengingatkan pentingnya perlindungan dan dukungan terhadap tenaga kesehatan.
Menurutnya, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan profesional, tetapi juga kondisi kerja, kesempatan pengembangan karier, kepemimpinan, dan kesejahteraan tenaga kesehatan.
Ia menilai hubungan kepercayaan antara tenaga kesehatan dan pasien harus menjadi perhatian utama dalam pembangunan sistem kesehatan.
“Saya dulu adalah seorang tenaga kesehatan, sebagai dokter bedah, dan saya paham betul apa artinya ketika seorang ibu membawa anaknya yang sakit kepada Anda dengan harapan sederhana bahwa Anda akan melakukan yang terbaik. Ia mempercayai Anda, dan kita tidak boleh merusak kepercayaan itu karena setiap pasien, setiap ibu, dan setiap anak berhak mendapatkan yang terbaik,” ungkap Saia. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

