Sabtu, 17 Oktober 2026

Indonesia Minta UNESCO Susun Aturan AI dan Perangkat Digital untuk Anak

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Pemakaian teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Foto: iStock Ilustrasi - Pemakaian teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Foto: iStock

Proposal itu mendorong kajian internasional mengenai pengaruh penggunaan telepon pintar, tablet, dan perangkat digital lainnya terhadap kemampuan dasar anak, termasuk membaca, menulis, mempertahankan perhatian, berpikir kritis, serta perkembangan kognitif.

Kajian tersebut juga akan mencakup durasi penggunaan layar, kualitas pembelajaran, dan perbandingan efektivitas metode pembelajaran digital dengan nondigital.

UNESCO menekankan bahwa teknologi semestinya mendukung proses pendidikan, bukan menggantikan interaksi manusia. Penilaian yang lebih komprehensif diperlukan karena hasil penelitian mengenai dampak perangkat digital terhadap perkembangan anak belum sepenuhnya konsisten.

Satrya menegaskan, penyusunan pedoman internasional perlu mempertimbangkan perbedaan kebutuhan dan akses teknologi di setiap wilayah.

Penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat mengganggu proses belajar di satu wilayah, tetapi teknologi juga dapat menjadi sarana utama bagi anak-anak di daerah lain untuk memperoleh pendidikan.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
30o
Kurs