Senin, 12 Oktober 2026

Inggris Imbau Warganya Tunda Perjalanan ke Saudi Pascaserangan di Bandara

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kepulan asap hitam membubung dari area penyimpanan bahan bakar di bandara internasional King Khalid, di Riyadh, Arab Saudi, setelah serangan Houthi bulan lalu. Foto: Al Jazeera

Dalam beberapa hari terakhir, serangan Houthi juga menyasar sejumlah infrastruktur penting Arab Saudi. Ancaman itu disebut menjadi salah satu yang paling serius bagi kerajaan sejak pemberontakan Al-Qaeda pada pertengahan 2000-an.

Andy Burnham Perdana Menteri Inggris sebelumnya menyetujui pemberian dukungan militer kepada Arab Saudi berupa pengisian bahan bakar udara-ke-udara, untuk pesawat tempur Saudi yang disebut bersifat defensif.

Sementara Wes Streeting Menteri Pertahanan Inggris mengatakan negaranya telah memberikan dukungan kepada Saudi dalam bentuk pertahanan udara dan pengisian bahan bakar udara-ke-udara.

“Apa yang kita lihat semalam adalah eskalasi berbahaya dan, saya khawatir, menjadi pola perilaku Houthi yang semakin meningkat dengan menargetkan lokasi-lokasi sipil di Arab Saudi,” kata Streeting kepada Sky News, Minggu pagi.

Marco Rubio Menteri Luar Negeri Amerika Serikat juga mengecam keras serangan tersebut dan mengonfirmasi seorang warga negara Amerika Serikat meninggal. Sementara Donald Trump Presiden Amerika Serikat mengatakan sedang mempertimbangkan apakah pasukan AS akan bergabung dengan Arab Saudi dalam operasi untuk menyerang kelompok Houthi. (bil/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
33o
Kurs