Penjelasan tersebut merujuk pada penelitian Maria Wirth dan koleganya dari Friedrich Schiller University Jena pada 2026. Penelitian itu mengkaji hubungan antara perubahan akibat penuaan, persepsi kendali diri, dan tingkat kebahagiaan.
Penelitian melibatkan 268 orang dewasa dengan usia rata-rata 65 tahun. Para peserta diminta mengisi kuesioner harian selama dua pekan untuk mencatat pengalaman positif maupun negatif akibat pertambahan usia, perasaan memiliki kendali atas kehidupan, serta tingkat kebahagiaan yang mereka rasakan.
Hasilnya menunjukkan bahwa perasaan memiliki kendali atas kehidupan berperan dalam menentukan bagaimana perubahan terkait usia memengaruhi kebahagiaan seseorang.
Dilansir dari Antara pada Minggu (8/11/2026), orang yang merasa masih memiliki kendali cenderung lebih mampu menghadapi berbagai keterbatasan.
Sebaliknya, ketika seseorang merasa tidak berdaya menghadapi perubahan, pengalaman kehilangan dan penurunan kemampuan dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kesejahteraan emosional.
NOW ON AIR SSFM 100

