Minggu, 3 Mei 2026

Iran Ajukan Proposal Perdamaian Berisi 14 Poin dari Penghentian Blokade Selat Hormuz hingga Ganti Rugi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Pasukan Iran berjaga di sekitaran Ibu Kota Teheran. Foto: Anadolui

Iran mengajukan 14 poin dalam proposal perdamaian komprehensif untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang mencakup tuntutan ganti rugi hingga skema baru pengaturan pelayaran di Selat Hormuz.

Melansir laporan Kantor Berita Anadolu, Minggu (3/5/2026), proposal itu telah diserahkan Teheran kepada Pakistan sebagai mediator dalam proses negosiasi, pada 30 April 2026.

Dalam proposal itu, Iran menekankan perlunya penyelesaian konflik secara cepat dan menyeluruh. Teheran mengusulkan batas waktu 30 hari untuk menyelesaikan seluruh poin kesepakatan, berbeda dengan tawaran AS yang menginginkan gencatan senjata selama dua bulan.

Sejumlah tuntutan utama dalam proposal damai itu meliputi ganti rugi atas kerusakan akibat serangan militer, jaminan tidak adanya agresi lanjutan, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan sekitar Iran.

Selain itu, Iran juga menyorot pentingnya membuka kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Teheran mendesak penghentian blokade AS dan menawarkan “mekanisme pelayaran baru” untuk menjamin keamanan serta kelancaran lalu lintas kapal.

Kemudian, Iran menuntut pencairan seluruh asetnya di luar negeri, serta pencabutan sanksi internasional yang selama ini membatasi aktivitas ekonominya.

Namun, laporan terbaru Reuters, Sabtu (2/5/2026), menyebutkan Donald Trump Presiden AS langsung menolak proposal tersebut. Washington menilai usulan Iran belum memenuhi syarat utama, terutama terkait isu nuklir.

Sebagai informasi, konflik memanas sejak 28 Februari 2026 saat AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang merengut lebih dari 3.000 korban jiwa. Iran kemudian membalas dengan menyerang kepentingan sekutu AS di kawasan.

Gencatan senjata sempat dicapai pada 8 April melalui mediasi Pakistan, dan dilanjutkan dengan perundingan di Islamabad. Namun hingga kini, negosiasi belum menghasilkan kesepakatan final.

Di tengah kebuntuan diplomasi, AS justru meningkatkan tekanan dengan menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran, yang berdampak langsung pada distribusi minyak dan stabilitas ekonomi global.(bil/rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 3 Mei 2026
32o
Kurs