Jumat, 17 April 2026

Iran Buka Penuh Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Kapal-kapal kargo di Teluk, dekat Selat Hormuz, seperti yang terlihat dari bagian utara Ras al-Khaimah, Uni Emirat Arab pada tanggal 11 Maret. Foto: Reuters

Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa lalu lintas komersial dan pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka sepenuhnya selama masa gencatan senjata berlangsung.

“Mengingat gencatan senjata di Lebanon, lalu lintas bagi semua kapal komersial di Selat Hormuz dinyatakan dibuka sepenuhnya selama waktu gencatan senjata yang tersisa,” tulis Araghchi di X, Jumat (17/4/2026).

Jalur yang akan dibuka adalah sesuai koordinasi yang diumumkan otoritas pelabuhan dan kemaritiman Republik Islam Iran.

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menanggapinya dengan memberikan apresiasi atas keputusan tersebut seraya menyebut Selat Hormuz sebagai “Selat Iran”.

“Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Iran terbuka sepenuhnya dai siap untuk lalu lintas penuh. Terima kasih!” kata Trump di platform Truth Social.

Namun, selang beberapa saat setelah ia menuliskan ungkapan apresiasi, Trump justru menyampaikan jika pihaknya akan tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran hingga negosiasi selesai sepenuhnya.

“Blokade laut akan tetap diberlakukan secara penuh terhadap Iran, hingga saat di mana transaksi dengan Iran 100 persen selesai,” demikian tulis Trump dalam postingan berikutnya.

Kendati demikian, Trump mengungkapkan kebijakannya itu tak akan berlangsung lama, karena sebagian besar dari poin perundingan dinilai telah dinegosiasikan.

Adapun sebelumnya pada Sabtu (11/4/2026), kedua negara tersebut telah melakukan negosiasi putaran pertama di Islamabad, Pakistan, setelah Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Iran terkait gencatan senjata selama dua pekan.

Akan tetapi, negosiasi tersebut tak menemukan titik terang dan gagal mencapai kesepakatan. Lalu, karena gagalnya kesepakatan, Trump mengerahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz.

Kemudian pada Kamis, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari menyusul pembicaraan antara delegasi Lebanon dan Israel yang dimediasi AS di Washington DC, demikian seperti ditulis kantor berita Antara.

Sementara itu, menurut pemberitaan Axios, putaran kedua negosiasi antara AS dan Iran dilaporkan akan berlangsung pada Minggu (19/4/2026) di Islamabad, Pakistan.(ant/mar/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 17 April 2026
28o
Kurs