Sabtu, 12 September 2026

Iran Klaim Akan Bentuk Jalur Aman Bersama Oman di Selat Hormuz

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Sebuah keluarga duduk dengan latar belakang galangan kapal di lepas pantai kota Fujairah, Uni Emirat Arab di Selat Hormuz. Foto: AFP-JIJI

Para menteri luar negeri sejumlah negara Arab dijadwalkan bertemu di Muscat, Oman pada Senin (14/9/2026), untuk membahas dan menandatangani kesepakatan pembentukan jalur pelayaran bersama Iran-Oman di Selat Hormuz.

Masoud Pezeshkian Presiden Iran mengatakan, kesepakatan tersebut nantinya akan diberitahukan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO).

“Pekan ini, pada Senin, para menteri luar negeri negara-negara Arab akan bertemu di Muscat untuk menandatangani kesepakatan pembentukan jalur bersama antara Oman dan Iran di Selat Hormuz serta memberitahukan kesepakatan itu kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO),” kata Pezeshkian pada Sabtu (12/9/2026).

Menurut Pezeshkian, pertemuan tersebut juga akan dihadiri negara-negara yang wilayahnya digunakan sebagai jalur serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

“Negara-negara yang wilayahnya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap kami oleh Amerika Serikat (AS) juga akan menghadiri pertemuan ini,” ujarnya.

Rencana pembentukan koridor pelayaran tersebut muncul di tengah ketegangan Iran dan AS serta situasi keamanan yang berdampak terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Pezeshkian mengatakan tekanan terhadap Iran kini tidak hanya dilakukan melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui tekanan ekonomi. Ia mengeklaim AS tidak berhasil mencapai tujuannya melalui perang.

“Mereka tidak dapat mencapai tujuan melalui perang, itulah sebabnya mereka beralih ke tekanan ekonomi, tetapi kami tidak akan berhenti,” katanya.

Terkait blokade laut yang disebut dilakukan AS, Pezeshkian menegaskan Iran tidak sepenuhnya bergantung pada jalur pelayaran untuk mempertahankan keberlangsungan negaranya.

“Jalur laut tentu bukan sesuatu yang menjadi tumpuan kelangsungan hidup kami, dan mereka juga tidak akan dapat mencapai tujuan mereka dengan cara ini,” ujarnya.

Pezeshkian juga mengatakan Iran akan membuka kembali Selat Hormuz setelah AS menghentikan blokade dan serangannya.

Sebelumnya, Esmaeil Baqaei juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Jumat (11/9/2026) menyebut Oman akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri regional pada Senin. Pertemuan itu akan dihadiri perwakilan delapan negara yang berbatasan dengan kawasan Teluk.

Baqaei mengatakan, agenda pertemuan tersebut mencakup pembahasan sejumlah isu regional serta hasil pembicaraan Iran dan Oman mengenai penetapan jalur aman bagi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Menurutnya, Iran berupaya memastikan keamanan jalur perairan tersebut. Namun, keselamatan kapal disebut tidak dapat dijamin selama blokade laut dan intervensi militer AS masih berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi langsung dari pemerintah Oman mengenai rencana pertemuan tingkat menteri pada Senin tersebut. (ant/saf/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Sabtu, 12 September 2026
27o
Kurs