Pasukan militer Amerika Serikat (AS) diduga secara diam-diam membantu kapal tanker berisi minyak, berlayar melintasi Selat Hormuz, pada Rabu (19/8/2026).
Melansir Antara dari laporan Axios, operasi mengawal kapal tanker itu telah berlangsung selama beberapa minggu. Sehingga memungkinkan pergerakan rahasia hingga 20 kapal untuk masuk dan keluar dari Teluk Persia, dan menyusuri jalur aman di sepanjang pantai Oman.
Berdasarkan skema tersebut, sekitar 10 juta barel minyak diangkut setiap hari melalui jalur perairan itu.
Laporan itu juga menambahkan bahwa meski arus energi yang keluar dari selat itu kini hanya sekitar setengah dari volume sebelum perang, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pasokan energi ke pasar dunia.
Rencana tersebut diawasi oleh Markas Besar Angkatan Darat AS di Fort Bragg, North Carolina, bersama para mitra AS di kawasan Teluk.

NOW ON AIR SSFM 100

