Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman tersebut pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar.
Kesepakatan itu disebut mengakhiri permusuhan yang berlangsung sejak Februari sekaligus membuka peluang bagi kedua negara untuk melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan final.
Namun, proses pembicaraan kemudian menghadapi hambatan. Perselisihan mengenai implementasi nota kesepahaman serta pengaturan pelayaran di Selat Hormuz menjadi salah satu persoalan yang membuat negosiasi terhenti.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas.
Ketidakpastian terkait jalur tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik di kawasan. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

