Menurutnya, setiap ancaman akan dijadikan dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan militer, memperkuat kemampuan pencegahan, serta mengembangkan kapasitas pertahanan negara.
“Kami menjadikan setiap ancaman sebagai dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat pencegahan, dan mengembangkan kemampuan kami,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan setelah Donald Trump Presiden Amerika Serikat membatalkan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul peringatan keras dari pejabat Iran bahwa setiap agresi baru dari Amerika Serikat maupun Israel akan mendapat balasan.
Sebelumnya, Trump menyatakan bersedia menunda aksi militer selama terdapat peluang tercapainya kesepakatan mengenai program nuklir Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia. (ant/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

